Surau TV

Banner

Dinas PUPR Terima Izin Uji Kelayakan Jembatan Siak IV dari Kementerian

Image
Wednesday, 28 March 2018 | 10:14:12 WIB


PEKANBARU (nusapos.com)- Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Riau terus menggesa proses penuntasan pembangunan Jembatan Siak IV hingga menjelang akhir tahun 2018.

Proyek ini diharapkan segera terealisasi supaya dapat menghubungkan pusat kota Pekanbaru ke Kecamatan Rumbai mulai tahun ini sesuai instruksi Gubernur Riau, Arsyadjuliandi Rachman sebelum cuti kampanye.

Kabid Pembangunan dan Peningkatan Jalan Jembatan Dinas PUPR Riau, Yunnaris, mengatakan, izin kelayakan jembatan dari Kementerian Pekerjaan Umum telah di terima oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau. Sertifikasi kelayakan Jembatan Siak IV yang telah keluar tersebut dapat dijadikan pegangan sehingga nantinya tidak menimbulkan masalah.

"Tentu sudah keluar sertifikasinya, kalau tidak ada izin dari Kementerian pembangunan Jembatan Siak IV ini tidak mungkin dilanjutkan. Target sesuai dengan yang ditargetkan selesai pada tahun ini juga," kata Yunan di Pekanbaru, Selasa (27/3/2018).

Dijelaskan Yunan, bahkan pihak Kementerian PU meminta agar besi-besi yang sudah berkarat pada jembatan tersebut harus diganti. Bahan-bahan yang tidak layak juga diganti dengan besi-besi yang sesuai standar nasional.

"Koordinasi kita terus berjalan, penggantian besi-besi yang berkarat sudah kita ganti. Dan material-material yang tidak layak juga sudah dipasang yang baru. Bahkan uji tarek dari material sudah kita uji, tidak ada yang kita lewatkan semua sudah layak," kata Yunan.

"Kita sudah mengganti beso dengan dilakukan kadal ada 14 koli yg diganti. Dan itu memakan waktu 4 bulan baru sebulan yang lalu dikerjakan. Jadi pilon atau kabel-kabel yang menggantung itu di datangkan dari luar negri. Nanti jembatan itu seperti jembatan Barelang," tambah Yunan.

Untuk diketahui, pembangunan jembatan Siak IV sebelumnya sebelum dihentikan pengerjaannya pada tahun 2012 lalu, dan diklaim pengerjaan sudah mencapai 79 persen. Namun dikarenakan ada permasalahan hukum pembangunannya terhenti. Barulah pada tahun 2017, di bawah kepemimpinan Andi Rachman, jembatan tersebit kembali di lanjutkan dengan pagu anggaran mencapai Rp115 miliar, dengan penganggaran tahun 2017 dan 2018.

Sumber : mcr

Laporan : -

Editor : Red

loading...